Nama : Hasdevi A. D.

NIM: A44100074

Laskar : 19

Pengalaman adalah guru yang sangat jujur. Kenapa? Karena menurut saya, pengalaman tidak bisa berbohong. Ada pengalaman menyenangkan yang indah seperti saat kita diberi kejutan ulang tahun oleh sahabat-sahabat SMA adapula pengalaman menyedihkan seperti saat kita terlambat masuk kelas hanya karena terlambat naik kereta menuju ke kampus.

Pengalaman yang super jujur—ketika pengalaman itu buruk, ya ia akan jujur mengatakan bahwa itu buruk dan jangan diulangi lagi dan ketika indah ia akan dengan otomatis terekam di ingatan kita untuk bisa kita ulang sewaktu-waktu kita butuh.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya masih kecil. Dasar anak kecil, kalau sudah bercanda sesama anak kecil sering keterlaluan atau biasanya mereka berkata ‘lucu’ seperti itu karena mengutip dari acara televisi supaya dianggap keren.

Saya punya beberapa teman dan kami cukup dekat.

Suatu hari, saya ingin bermain ke rumah teman saya yang letak rumahnya agak jauh dari rumah saya. Saya lalu mengatakan rencana ini kepada salah seorang teman dekat saya yang langsung direspon dengan, “Lu serius mau main ke rumahnya?”

Saya mengangguk antusias.

“Menurut gue mendingan lu gausah main ke rumahnya deh. Soalnya, dia males tau mau main sama lo. Katanya lo itu aneh. Bla-bla-bla…” Kemudian ia menjelaskan tentang hal ini yang sejujurnya bikin saya pusing karena sedih. Ehm, anak kecil banget ya dikit-dikit nangis. Hehehe.

Sejujurnya saya pernah merasa down karena hal ini. Saya sering berkaca sambil berpikir apa-iya-saya-seaneh-itu. Lalu, otak saya berpikir sudahlah-jangan-diambil-pusing namun hati saya berseru tapi-mereka-bilang-saya-aneh.

Secara tidak sadar, ternyata hal ini membuat saya justru termotivasi. Alih-alih menyesali diri saya sendiri saya justru malah agak rajin belajar entah kenapa. Saya pernah membaca kisah hidup Adam Khoo yang dicap bodoh oleh teman-teman sekelasnya tapi justru hal itu yang membuat ia berbah seratus delapan puluh derajat. Ia mulai sering belajar dan merubah dirinya. Hasilnya? Ia kini merupakan salah satu orang terpintar di Singapura.

Begitulah, pengalaman yang jujur justru bisa menjadi kekuatan terpendam pada diri kita sendiri. Karena setiap manusia pasti punya energi potensial positif yang –walaupun sering mereka sangkal—tetapi sebenarnya it does exist.

Hari ini adalah hari pelatihan blog mahasiswa. Acaranya lumayan asik karena saya jadi belajar hal yang baru tentang betapa kerennya IPB (asiiiik hehehe)

Ternyata, setiap mahasiswa punya blog sendiri dan email sendiri. Gaul menurut saya sih hehehe.

Soooo, prepare for the next one unpredictable year here! And all i wanna say is i am so glad to be here and be the part of this ‘down-to-earth’ university. See ya, world :)

Cheers,

H